"Senja Tiada"
.
.
.
Tiga tahun wajahmu mengembang menghiasi langit-langit
kamar, memberi bahagia kala kumembuka dan menutup mata. Ada lagi di sudut
pintu, tak lagi wajah, kini beralih senyuman. Aku sering tanpa sadar membalas
senyummu itu. Kadang kala aku muak, kau tak kunjung pergi dari atap, meski
sebenarnya akupun tak mau kehilangan.
-
Sempat kubertanya embun yang takkan mengelak pada
daun, "Kapankah kiranya ia akan datang lagi secara nyata?", dia kau.
Lalu, bertemu senja di jemari tangan pada sore hari. Inginku. Namun sore ini,
senja berselimut awan mengelam. Mungkin, Tuhan tak mentakdirkan wajahmu tuk
kutatap dini hari.
-
-
Dan kau semakin menyiksa, terlalu memerih rindu ini.
Rindu pada setiap harinya. Rindu pada detak sepatumu yang kuhitung tiap kali
kau berjalan menujuku. Akankah kau menghitung lagi degup jantungmu?
Menghitungnya untuk tahu berapa kali pula kau merindukanku di tiap harinya?
-
Sekarang tak lagi, kau jauh dari fatamorgana.
Kerinduanku tertelan bersama mentari yang enggan terbit lagi. Kau mati. Pun
aku.
.
.
.
#BattleFlashNaration
(English Version)
(English Version)
"Twilight Gone"
.
.
.
Three years face inflate decorate the ceiling of the room,
gives happy when I opened and closed my eyes. There is another in the corner of
the door, no longer face, now turned a smile. I often unknowingly reciprocate
that smile. Sometimes I'm sick, you never go on the roof, even though I will
not want to lose.
-
Had I said: dew that would circumvent the leaf, "When
would he come again real?", He you. Then, to see the sunset on the fingers
in the afternoon. My wish. But this afternoon, dusk-shrouded cloud clamp.
Perhaps, God did not destine to your face I looked into the early hours.
-
And you're getting tortured, too sore miss this. Misses on a
daily basis. Missed out on beating your shoes are counted every time you walk
toward me. Will you count the beat of your heart again? To count to see how
many times you miss me anyway in every day?
-
Now it no longer, you're far from a mirage. Kerinduanku
ingested together with the reluctant sun rises again. You're dead. So do I.
.
.
.
3 September jam 20:08 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar