Entri Populer

Selasa, 25 Oktober 2016

"Kita dan Waktu"



'Kita dan Waktu'


 
.

.
.
Waktu itu adalah kita sayang,
Apakah kau dengar dentang detiknya?
Tiap geraknya selalu berbisik,
Lirih bagai alunan musik,
Klasik.
Jujur saja ia selalu mengusik kesendirianku, sayang,
Berisik.
Bagai seekor bayi menangis kelaparan,
Ia ingin ditenangkan,
Dipuaskan.
Lalu,
Haruskah kita menimangnya,
Atau nyanyikan saja lagu 'nina bobo' untuknya,
Agar nyenyak tidurnya,
Damai jiwanya.
Atau kita bunuh saja berdua,
Tembakkan saja butiran sua,
Tikam jumpa juga sapa.
Biarkan waktu,
Mati membeku bersama malu,
Karena setiap waktu,
Kita adalah rindu.
Ya,
Aku kini punya banyak waktu,
Dan,
Itu artinya,
Aku sangat merindumu."
.
.
. 
180716


(English Version)


"We and Time"

That time is our dear,
Did you hear the clang second?
Each motion is always whispered,
Softly like the music,
Classic.
Honestly it always bothered my loneliness, my dear,
Noisy.
Like a baby crying from hunger,
She wants to be appeased,
Satisfied.
Then,
Should we cuddle,
Or sing the song 'lullaby' for him,
To be a good night's sleep,
Peaceful soul.
Or we kill both,
A meet fired granules,
See also greet stabbing.
Let the time,
Frozen to death along with shame,
Because every time,
We are longing.
Yes,
I now have a lot of time,
And,
It means,
I miss you very much.

***

2 komentar: